terlihat ia disudut ruangan. Matanya penuh dengan cerita - cerita, cahaya tak seterang ketika matahari tersenyum, kakinya setara dengan dada, tangannya terkatup erat, menyelimuti setiap lekuk wajahnya. Fikirannya kini tengah menggambar sebuah pohon yang menjulang, ia menyebutnya pohon kenangan. tinggi Pohonnya menggambarkan berapa panjang waktu yang dibutuhkan untuk menanam dan memupuknya. Batang bawah adalah kenangan yang telah lama yang tercipta ketika pohon itu baru ditanamkan, batang atas adalah yang paling tinggi dan masih segar, kenangan yang baru saja ia rasakan. setiap lembar daun-daunnya tertuliska setiap cerita dalam hidupnya. suka dan duka. pohon itu begitu tegak membanggakan dia yang menanamnya. hari ini, pohon itu masih terlihat kokoh. namun, ia harus tetap tegak tanpa daun-daun kenangan yang telah mengering dan runtuh.
Semarang, 31 Mei 2014
Sabtu, 07 Juni 2014
Awan Semi Fajar
lagi - lagi kutuliskan tentang semi fajar
memang indah dan bagiku sangat indah
selepas kurautkan air suci kejiwa
terpejamlah kedua mata ini
tersilah juga kedua kaki ini
selepas kuakhiri rangkaian doa terhampar padamu
menantimu di pagar besi yang dingin
aku masih menantikan kehadiranmu
kutadahkan segenap kepala ini untuk melawan keindahanmu
kini aku tak sendiri lagi
mengarungi jalan cinta dengan menatap ketenangan yang kau hempaskan
aku bahagia, kini kau berada disampingku, menemani dan berjalan dijalan itu
menadahkan kepala menghadap kelembutan tersiar dilangit
lewat jalan jalan indah kala semi fajar
sang semi fajar, Juni 2014
memang indah dan bagiku sangat indah
selepas kurautkan air suci kejiwa
terpejamlah kedua mata ini
tersilah juga kedua kaki ini
selepas kuakhiri rangkaian doa terhampar padamu
menantimu di pagar besi yang dingin
aku masih menantikan kehadiranmu
kutadahkan segenap kepala ini untuk melawan keindahanmu
kini aku tak sendiri lagi
mengarungi jalan cinta dengan menatap ketenangan yang kau hempaskan
aku bahagia, kini kau berada disampingku, menemani dan berjalan dijalan itu
menadahkan kepala menghadap kelembutan tersiar dilangit
lewat jalan jalan indah kala semi fajar
sang semi fajar, Juni 2014
bayang dari awan
bayang bayang sinar terhalang
pantulkan sinar jiwa kebiruan
senja, berkawan dirinya
awan lembut dengan ketenangan
bayang, namun bukan bayang
tersentuh mata, terjamah angan
jalin cinta bertumpu pada sinar
awan lembut dengan ketenangan
sampaikan pesan pada mata
melalui senja dengan jingga kemerahan
surabaya,6 Juni 2014
pantulkan sinar jiwa kebiruan
senja, berkawan dirinya
awan lembut dengan ketenangan
bayang, namun bukan bayang
tersentuh mata, terjamah angan
jalin cinta bertumpu pada sinar
awan lembut dengan ketenangan
sampaikan pesan pada mata
melalui senja dengan jingga kemerahan
surabaya,6 Juni 2014
Selasa, 13 Mei 2014
SRIWANGI
Cerpen :)
GUBRAAKKK, GUBRRAAKK, GUBBRRAAAK
suara bantingan pintu yang ditutup rapat. Suara candela yang juga ditutup paksa
oleh sang empunya rumah. Suara – suara itu terdengar dengan jelasnya. “ ibu..
aku takut ibu, aku takut, dia marah lagi ibu” seru seorang anak kecil pada
ibunya. Dia bersembunyi dibalik tubuh sang ibu dengan air mata yang mengalir
dipipinya. Badannya tampak bergetar, menggigil, namun bukan karena kedinginan.
Melainkan karena rasa takut yang mencekamnya. “ tidak nak, dia tidak akan
macam-macam pada kita, pada penduduk sini,” jawab ibunya. “ sudahlah nak,
jangan menangis, ada ibu disini”. Setelah air mata itu perlahan mulai berhenti
mengalir, rasa takutpun tak lagi mencekam. “ ibu, sebenarnya siapa dia, siapa
wanita tu? Apakah dia hantu? Apa dia kuntilanak? Kenapa dia selalu membawa
kendi? Apa isi kendi itu bu? Mengapa dia selalu menyanyi ditengah malam seperti
ini, mengapa dia selalu membuat orang-orang ketakutan?”. Pertanyaan demi
pertanyaan anak itu lontarkan. Ibunya hanya tersenyum, manis sekali. Kemudian
sang ibupun mulai bercerita. Dikatakannya bahwa, pada belasan tahun yang lalu,
ketika dia masih berusia sekitar 17 tahun dia memiliki teman bernama sriwangi.
Dulu sriwangi adalah perempuan yang cantik, dengan rambutnya yang lurus, lebat,
hitam, dan panjang membuat kecantikannya menjadi semakin lengkap. Tak deran
jika setiap hari hampir sepuluh keluarga setiap harinya yang datang untk
melamarnya. Hitung saja, berapa banyak
orang yang melamarnya selama satu bulan. Namun sriwangi begitu pilih-pilih. Dia
memang bukan anak yang sombong pada temannya, tapi dia adalah gadis sombong
dimata lelaki yang telah ditolaknya mentah-mentah. Dia adalah gadis yang selalu
memuja kecantikannya. Sejak kecil dia selalu dimanjakan denan harta orang
tuanya yang terus menerus mengalir bagaikan air. Hingga menikahpun dia bersama
seorang kaya raya. Keluarga sriwangi terdengar sangat bahagia di telinga
masyarakat. Tapi, beberapa bulan setelah menikah, sriwangi tak lagi muncul
dihadapan masyarakat. Dia menhilang.
Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari para warga. Apakah dia saking bahagianya
samapai tak ingin keluar dari istananya itu? Apakah saking patuhnya ia terhadp
suaminya, hingga ia memutuskan untuk terus menerus berdiam diri dirumah? Apakah
dia malas keluar karena takut kulitnya yang mulus itu terkena debu, atau panas
sengatan cahaya matahari? Apakah dia sakit keras? Ataukah dia menjadi korban
KDRT? Atau dia telah meninggal karena sesuatu?.
Semua pertanyaan itu akhirnya terjawab. Ketika suatu hari, sang suami
keluar dari rumah tanpa menggunakan kendaraannya seorang ibu-ibu yang terlihat
baru sja pulang dari pasar memberanikan diri untuk bertanya, dimanakah
sriwangi, mengapa ia tak pernah meilahtnya lagi?. bukan jawaban yang ia
dapatkan, melainkan tatapan mata yang tajam. Bibir pria itu terkatup rapat. Tak
sepatah katapun keluar dari mulutnya. Hanya dengan menghentakkan kakinya pria
itu memberikan isyarat. Entah apa maksudnya. Yang jelas, setelah itu sang suami
pun masuk dan menutup pintu rumah rapat-rapat. Sebulan, dua bulan, tiga bulan
keluarga kecil itu terus menampakkan keanehan. Sempat terdengar kabar bahwa
sriwangi telah hamil, tapi tak lama setelahnya dikabarkan pula bahwa dia telah
keguguran. Semua begitu simpang siur. Tak ada kepastian sama sekali. Bahkan
keluarga sriwangi sendiri tak perna tau apa yang tengah dialami oleh anak
semata wayangnya.
Apa ituuuu, heh ada orang gila,
dia gila.. !!! mengapa dia keluar dari rumah itu ?? bagaimana bisa dia masuk
kesana?? Heh lihat .. !! apa yang dibawanya ?? apa itu sebuah kendi ?? … begitu
seru orang-orang saat melihat seorang wanita keluar dari sebuah rumah megah.
Dengan cara mengintip, mengeluarkan matanya dari pagar besi yang begitu tinggi,
kemudian perlahan membuka pagar dan menghambur lari menghampiri kerumunan orang
yang tengah melihatnya. Kerumunan itu seketika membubarkan diri, setiap orang
yang ada disana masing-masing masuk kerumah. Anak kecil menangis
sekencang-kencangnya. Wanita itu hanya bersimpuh membawa kendi yang
ditangannya, dielusnya kendi itu. Hingga akhirnya ada seorang wanita lain yang
menghampiri si wanita yang dianggap gila.
“ sriwangi.. bukankah kau
sriwangi??” Tanya wanita itu. Wanita yang dianggap gila tak menjawab. Air mata
mengalir deras dipipinya.
“ aku mengenalimu ngi, aku
mengenalimu, aku tahu ini kau kawan, aku tau kau sriwangi. Apa yang tengah
terjadi denganmu wangi, mengapa sampai kau seperti ini?”. Wanita itu terus
bertanya, meyakinkan diri bahwa wanita sebayanya yang terlihat seperti orang
gila itu adalah temannya. Dia adalah kawan lamanya. Kawan lama yang tak pernah
terdengar kabar dan keberadaannya. Tanpa mengatakan sepatah katapun wanita gila
itu beranjak sambil tetap menangis dia membanting kendi yang dibawanya. Dan
aneh dia menyusun kendi itu kembali. Lebih aneh lagi ketika kendi itu kembali
seperti semula tanpa bekas pecahan sama sekali. Betapa terkejutnya wanita yang
hanya bisa terdiam ditempatnya itu.
“ bagaimana bisa, sihirkah itu?”.
Katanya. Dia begitu yakin wanita gila itu adalah sriwangi. Sriwangi tidak gila.
Sriwangi terus berjalan meninggalkan teman lamanya yang hanya bisa termangu
kebingungan, sriwangi terus berjalan, sambil mendendangkan sebuah nyanyian jawa
kuno. Membuat siapapun yang mendengar akan berdiri bulu kuduknya. Sejak saat
itu, setelah sekian lama menghilang, muncul dengan keadaan yang memprihatinkan,
sriwangi kembali hilang. Dia memilih untuk mengasingkan diri kepegunungan
didesa sebrang. Usut punya usut, kendi yang dibawanya itu berisikan janin-janin
yang pernah ada di rahimnya yang sengaja ia bunuh karena suaminya tak pernah
menghendaki kehamilannya. Hal itu karena apabila sriwangi hamil maka yang
dilahirkan bukanlah manusia, melaainkan puluhan ular. Karena selama ini, harta
yang dimiliki suaminya bukannya halal namun hasil pesugihan digunung yang
dihuninya sekarang. Bahkan keadaan sriwangi yang seperti inipun akibat dari
pesugihan itu sendiri.
Kini, setiap malam, dihari-hari
tertentu suara nyanyian itu sering kali terdengar. Hingga menutup telingapun
tak mampu untuk menghalangi masuknyaa suara itu dalam telinga. Semua orang
menganggap sriwangi telah mati. Hanya arwahnyalah yang gentayangan dan ingin
membalaskan dendam terhadap suaminya. Kisah sriwangi menjadi legenda. Foklor
yang terus-menerus menjadi cerita menarik sekaligus mengerikan bagi setiap
generasi disana.
Mungkin saja mereka sama (-_-)
tak
dapat kurangkai kata-kata indah untuk hal ini
yang
kutemukan hanya sebentuk hati yang lapang
hati
yang tenang
dan
hati yang luas akan keikhlasan
mungkin
sama saja dengan pemandangan air yang melimpah ruah itu..
aku
tak menemukan lagi selain itu
selain
hati yang hancur
hati
yang porak poranda akan hal yang bersifat sementara..
ya..
hanya
sementara, indahnya laut dapat berubah menjadi monster yang bisa memporak porandakan
segalanya
begitu
juga hati, kelapangan hati dapat berubah menjadi api kecil yang meletup-letup
penuh amarah
liyana,Surabaya10Maret2014
Bodohnya Manusia
Aku
ada didalam diri manusia
Aku
sering kali menguasai hati dan fikiran manusia
Terkadang
manusia terlihat begitu bodoh
Membuatku
tertawa menang
Bodohnya
manusia karena menuruti apa yang kukataka
Mudah
sekali memperbudak manusia
Aku,
akanb selalu mengahntui manusia
Berusaha
selalu menguasainya
Aku
adalah api, api yang selalu berkobar..
Membara
dan melumuri setiap bagian tubuh manusia
Seperti
air aku berusaha masuk
kedalam
setiap celah fikiran dan rasa dihati manusia
dan
ketika aku mulai bertemu dengan api yang lain
buuuummmm
segalanya
akan terasa gelap dan tetap terasa indah
hal
–hal yang memadati setiap sudut di otak manusia akan hilang ..
setiap
rasa yang bertengger di sisi-sisi hati manusia akan lenyap seketika
yang
tersisa hanya rasa nikmat yang berlumur dosa
dunia
seperti tak memiliki mata..
dan
manusia tak kan memperdulikannya
seolah
tuhan mereka tengah terlelap dalam tidur
begitu
manusia denganku
begitu
hubungan manusia denganku
begitu
dekat
bahkan
sangat dekat
begitu
pulalah aku
aku, api dalam tubuh
manusia
liyana,Surabaya10Maret2014
K.A.M.U
Keindahan dunia
seolah tertutup
Oleh setitik senyum yang terasa sangat
menyejukan hatI
Satu keindahan yang tak mampu
membendung segala asa
Keindahan yang melebihi indahnya nada
dan irama
Yang melebihi indahnya mentari kala
senja
Yang melebihi indahnya bintang kala
malam
Keindahan yang melebihi segala mimpi
indah dalam lelapku
Keindahan yang akan selalu indah
Keindahan yang menciptakan satu
kedamaian dalam hati
Keindahan yang hanya berisikan satu
Yang akan selalu menjadi udara dalam
setiap nafasku
Satu kata yang mengartikan satu
keindahan
tak kan pernah terganti yaitu kamu
Senin, 12 Mei 2014
HILANG NYAWA DALAM PENYESALAN
Naskah Drama Remaja
Para pemain:
1. Fitrah
2. Oding
3. Naya
4. Martha
1. ADEGAN
SATU
DISEBUAH PERKAMPUNGAN DISUDUT KOTA SURABAYA. SEORANG PEMUDA
SEDERHANA YANG HANYA TINGGAL SEORANG DIRI DI KONTRAKAN YANG HANYA BERUKURAN
4X5.
FITRAH
Aaaaahhh .. sial bagaimana bisa hari ini aku hanya bisa
mendapatkan uang segini, mana cukup. Masak besok mesti kucing-kucingan lagi,
menyebalkan sekali mana onggokan daging disebelah udah mulai ngomel-ngomel
gara-gara uang kontrakan. Hadduuuuuuuuuuuuuhh.
ODING
(tiba-tiba datang) kenapa lagi sih kamu ? (berdiri di ambang
pintu dengan tangan bersedekap di dada) masih kurang uang segitu, sekali-kali
bersyukur emang gak bisa apa?
FITRAH
(memperbaiki posisi duduk yang sebelumnya agak merosot
menjadi lebih tegak) halah, buat apa
juga bersyukur toh nih uang juga gak
bakalan nambah jadi 100 kali lipat kan ?
ODING
(duduk) ya ya ya .. sebenernya gak perlu lagi sih aku
ngomong yang kayak gitu tadi, percuma, hahahah…
FITRAH
Traktir makan yok, hemat
ini buat beberapa hari kedepan, biar gak banyak-banyak banget dosaku.
ODING
Fitrah….. fitrah, heran sampe kapan kamu kaya gini.
FITRAH
Sampe ada yang bisa bikin aku berubahlah
ODING
(geleng-geleng kepala dengan wajah heran)
2. ADEGAN DUA
DISEBUAH HALTE BUS. SEORANG GADIS
DENGAN CELANA TIGA PEREMPAT DAN KAOS OBLONG SERTA TAS RANSEL DIPUNGGUNGNYA.
BERDIRI MENDENGARKAN MUSIK MENGGUNAKAN
ERPHONE DENGAN SANTAINYA.
ODING
Fit .. fit … coba kamu lihat gadis yang sedang ada dihalte
itu, (menunjuk gadis tersebut)
FITRAH
Bukan dia yang aku lihat, sudah biasa gadis yang seperti
itu, lagi pula dia pasti orang yang pas-pasan bahkan mungkin sama saja seperti aku,
bulus. Tapi coba kau lihat itu, gadis yang duduk di bawah gadis yang kau
maksud, itu baru cocok.
ODING
Cocok apanya?
FITRAH
Ya cocok buat makan dan bayar uang kontrakan.
3. ADEGAN 3
FITRAH MULAI BERJALAN DENGAN
LANGKAH YANG CEPAT KEMUDIAN BERDIRI TEPAT DI BELAKANG GADIS YANG DIA MAKSUDKAN
TADI. KENUDIAN SEPERTI BIASA DIA MENYEROBOT TAS BESERTA HANDPHONE YANG TENGAH DIGENGGAM SANG PEMILIK DENGAN
MUDAHNYA, BERLARI. GADIS BER-ERPHONE MENGEJAR DENGAN CEPAT DAN LINCAH,
MENGIKUTI JEJAK FITRAH. SAMAPI DISATU GANG SEMPIT , GADIS TERSEBUT MELOMPAT DAN
MENENDANG BAGIAN TENGKUK FITRAH HINGGA FITRAH TERSUNGKUR. KEMUDIAN DUDUK
DISAMPING FITRAH.
FITRAH
Hebat, kalau akhirnya kau duduk juga disampingku, mengapa
atak bilang dari awal nona. Mengapa harus membuang-buang waktu dengan berlari
sekian kilometer?. Mengapa harus menendang bagian kepalaku yang membuatku
pening ini? Hah ??
NAYA
(menjabat tangan fitrah) aku Naya, hanya ingi tahu seberapa
kemampuanmu. Ternyata yaah .. lumayan, cukup membuatku lelah, makanya tadi
kutendang biar berhenti. Sekalian ingin tahu apa tujuanmu?
FITRAH
Hahahaha.. kau Tanya apa tujuanku ? kau kira apa kalau bukan
untuk meneruskan hidup dikota seperti ini hah?
NAYA
Konyol, kau masih muda, masih sehat wal’afiat. Surabaya tak
pernah kekurangan pekerjaan jika kau mau. Sekalipun kau tak memiliki ijazah,
tapi masih bisa jadi kuli bangunan, buka usaha kecil-kecilan, masih banyak
jalan. Tak harus melakukan yang seeperti tadi.
FITRAH
Oh mau sok baik, usaha kau bilang, kalau aku punya modal
tanpa harus kau tending seperti tadi aku sudah melakukannya, aku telah
mencobanya. Ternyata kau cukup munafik, menceramahiku tentang hal seperti ini,
kau bilang ini konyol, lantas apa yang kau lakukan ini apa? Aku tau selain
penasaran dan menguji kemampuanku kau mau uang dan barang yang ada ditas ini
juga kan? Sudahlah, tak usah kau banyak bicara (melempar tas hasil rampokan
pada Naya) ambil saja apapun yang kau mau dari situ, lalu kupersilahkan kau
pergi. Dan menyimpan rahasia sebaik mungkin.
NAYA
( mengembalikan tas, berdiri) antar aku pulang sekarang, tak
usah bertanya naik apa? Kita jalan kaki, aku sudah biasa melakukannya.
FITRAH
Tadi sok baik, sekarang sok misterius. Kalau kua tak mau bagianmu
yasudah, ini memang rejekiku. Tadi bilang mau diantar, ayo cepat jalan didepan
biar aku dibelakangmu.
NAYA
(Beberapa menit setelah berjalan, berhenti disalah satu
rumah megah) sampai, sekarang apa kau sudah tau, aku tak butuh apapun yang ada
ditas yang tak kunjung kau buang itu, yaaaaahh mungkin kau menunggu saat-saat
ketahuan dan dikeroyok masa.
FITRAH
Heemmb (tersenyum sinis) kau itu memang perempuan yang serba
sok-sokan, tadi sok baik, sok munafik, dan sekarang sok kaya. Aku tahu betul
bagaimana dan darimana asal gadis yang berpenampilan macam kau ini.
NAYA
(tak menghiraukan apa yang dikatakan fitrah, berjalan
memasuki rumah)
4. ADEGAN EMPAT
BERHARI-HARI
FITRAH MENGINTAI RUMAH NAYA MENUNGGU NAYA KELUAR DARI RUMAHNYA.
NAYA
( keluar dari rumah, menghampiri fitrah) ekhem, apa tak ada
pekerjaan lain selain menjadi seorang penguntit hah? Berhari-hari mengintai
rumah orang, kau fikir aku tidak tau ? apa yang kau lakukan ? apa memang sudah
hobymu melakukan hal yang aneh. Ini gunakan ini dengan baik. Semoga bermanfaat
untukmu, aku tahu hal ini tepat untukmu (langsung melangkah pergi kembali
kerumah)
FITRAH
(membuka bingkisan yang diberikan Naya) kamera ? dia
memberiku kamera? Tau dari mana dia aku suka dengan dunia potret? Tau dari mana
dia aku suka bermain dengan kamera dan memang menginginkan ini dari dulu? Gadis
itu ternyata bukan hanya sok misterius, tapi benar-benar misterius. Lagi pula,
gampang sekali dia percaya dengan orang sepertiku.
MENGGUNAKAN
DENGAN BAIK KAMERA ITU, MULAI MENERIMA JOB DAN PANGGILAN DARI PELANGGANNYA. NAMANYA MULAI DIKENAL SEBAGAI PHOTOGRAFI YANG
PATUT DIACUNGI JEMPOL.
ODING
( duduk disalah satu caffebersama Fitrah ) kalau sudah
begini, aku harap kau sudah bisa bersyukur kawan.
FITRAH
Ya, pasti. Berkat kamera ini, hidupku banyak berubah. Naya,
dimana kamu sekarang, masihkah kau tinggal ditempat yang lama. Sejak pertemuan
itu fikiranku memang tidah pernah lepas darinya. ( mulai berjalan menuju rumah
Naya) tunggu aku di kontrakan ding.
NAYA
( melihat fitrah menuju rumahnya dari ambang pintu)
akhirnya, datang juga kau kemari (mengulun senyum dan mempersilahkan Fitrah
duduk di balkon rumahnya)
FITRAH
Apakah kau mau menikah denganku ?
NAYA
( kaget) haaahh ..??? a..a..apa kau serius ? apa kau tak
sedang bercanda hah?
FITRAH
Nay, ini memang terasa mustahil, tapi ini yang aku rasakan. Berkat
kamu aku telah keluar dari jalan hidupku yang lalu. Kau yang mengangkatku dari
comberan yang bau. Kau pula yang membawaku menjadi Fitrah yang baru.
NAYA
Iya,
FITRAH
Syukurlah, bisa kita bicarakan semua dengan keluargamu.
5. ADEGAN LIMA
PERNIKAHAN
BERLANGSUNG, FITRAH BERTEMU DENGAN SEPUPU NAYA BERNAMA MARTHA YANG SENGAJA
PULANG DARI SINGAPURE UNTUK PERNIKAHAN KAKAK SEPUPUNYA.
NAYA
(setelah acara selesai, berkumpul diruang tamu) Fit, ini
Martha adik sepupuku ( menggenggam tangan Martha)
FITRAH
(terlihat gugup , menyunggingkan senyum) iya Martha aku
Fitrah.
MARTHA
Iya mas Fit, aku tahu ( mengedipkan mata, genit )
6. ADEGAN ENAM
TENGAH MALAM, NAYA TIDAK DIRUMAH. FITRAH TIDUR
SENDIRI DIKAMAR. KONDISI LAMPU DIMATIKAN.
MARTHA
( memasuki kamar Fitrah) hai mas.
FITRAH
(kaget) hei.. apa kau tidak bisa mengetuk pintu ? tidak
sopan sekali !
MARTHA
( berjalan perlahan kearah Fitrah) ooohh.. jadi sekarang
sudah tahu sopan santun ? lantas, kemana sopan santunmu dulu hah ?? ( mulai
marah) apa kau kira aku tak tahu siapa kau ( menunjuk muka Fitrah) laki-laki
jahanam (mengucapkan setengah berteriak) kau masih ingat wanita ini? (melempar
foto seorang wanita pada Fitrah) masih kan? Kau belum tua, pasti kau masih
ingat (terus berteriak) kau laknat, kau ambil keperawanan kakakku, lalu kau
buang dia jauh-jauh dari kami,dari keluarganya, keluarga yang sangat
menyayanginya. Kau setan Fitrah, kau iblis (menangis terduduk dibawah).
FITRAH
(kaget) apa? Kakakmu ?
MARTHA
Iya, kakakku kakak kandungku. Wanita yang kau siksa, yang
kau renggut keperawanannya dan kau bunuh dia kau buang dia. Dia adalah kakakku.
Mengapa, kaget , jadi kau benar-benar tidak tau ? busuk kau .
FITRAH
Tapi itu dulu Martha,
sebelum aku bertemu dengan Naya. Ampuni aku Martha, ampuni aku
(menggenggam tangan Martha).
MARTHA
Melepas paksa tangan Fitrah, menendang Fitrah) heh laki-laki
terkutuk, apa dengan ucapanmu tadi kau bisa menghidupkan kembali kakakku. Tak
kan ku biarkan kau hidup dengan tenang Fitrah. Ingat itu (pergi).
7. ADEGAN TUJUH
TAK JAUH DARI KAMAR NAYA BERDIRI.
NAYA
(duduk tersimpuh) aku mendengar semuanya ( bicara dengan
lemas) aku mendengar itu. Aku mendengarnya Martha (sambil teriak)
Aaaaaaaaa……….. aku mendengarnya.
FITRAH
(keluar dari kamar, menghambur keluar menghampiri Naya)
ampun Naya, ampuni aku Naya, ampuni aku…
NAYA
(menampar Fitrah) kau… kau orang yang telah membunuh oerang
yang paling aku sayangi, dengan caramu yang keji. Aku benar-benar tak percaya dengan
semua ini, apa kau seburuk itu hah …
(teriak) pergi …. Pergi dari hadapanku ( menunjuk kearah
pintu).
MARTHA
Apa kau bilang ( menunjuk Naya) aku tak kan membiarkannya
pergi begitu saja ( mengeluarkan pistol)
NAYA
Apa yang akan kau lakukan Martha, jangan, sadar Martha,
sadar ..
FITRAH
Ampuni aku Martha, ampuni aku (menangis)
MARTHA
Hhaaahh sudah tak ada ampun bagimu bangsat, (menembak
Fitrah)
NAYA
Jaannngaaaannnn Martha (lemas, sambil menangis)
FITRAH
(memegangi perutnya yang berlumur darah) maafkan aku Nay,
aku benar-benar mencintaimu, sung… ngguh … ( mati)
NAYA
(mengangis memeluk jasad Fitrah)
MARTHA
Mati .. hahahahahahahhahah dia mati .. semudah itu ?
(menghampiri jasad Fitrah) heh.. bangun kau, kau belum melawanku, bangun bodoh,
lawan aku….
Kau mati hah ?? matii … ( wajahnya mulai ketakutan) mati…
matii .. matii ……
(menangis)
SUASANA
SUNYI
Masa lalu memanglah hal yang tak dapat kita ulang dan
kembali untuk kita perbaiki. Masa lalu merupakan bagian dari hidup kita, dimana
kita sendiri yang berperan didalamnya. Segala apapun yang kita lakukan dimasa
lalu atau masa sekarang, merupakan tabungan atua infestasi yang akan kita rasakan hasilnya dimasa yang
akan datang. Hukum karma masih terus berlaku.
****TAMAT****
Langganan:
Komentar (Atom)