Naskah Drama Remaja
Para pemain:
1. Fitrah
2. Oding
3. Naya
4. Martha
1. ADEGAN
SATU
DISEBUAH PERKAMPUNGAN DISUDUT KOTA SURABAYA. SEORANG PEMUDA
SEDERHANA YANG HANYA TINGGAL SEORANG DIRI DI KONTRAKAN YANG HANYA BERUKURAN
4X5.
FITRAH
Aaaaahhh .. sial bagaimana bisa hari ini aku hanya bisa
mendapatkan uang segini, mana cukup. Masak besok mesti kucing-kucingan lagi,
menyebalkan sekali mana onggokan daging disebelah udah mulai ngomel-ngomel
gara-gara uang kontrakan. Hadduuuuuuuuuuuuuhh.
ODING
(tiba-tiba datang) kenapa lagi sih kamu ? (berdiri di ambang
pintu dengan tangan bersedekap di dada) masih kurang uang segitu, sekali-kali
bersyukur emang gak bisa apa?
FITRAH
(memperbaiki posisi duduk yang sebelumnya agak merosot
menjadi lebih tegak) halah, buat apa
juga bersyukur toh nih uang juga gak
bakalan nambah jadi 100 kali lipat kan ?
ODING
(duduk) ya ya ya .. sebenernya gak perlu lagi sih aku
ngomong yang kayak gitu tadi, percuma, hahahah…
FITRAH
Traktir makan yok, hemat
ini buat beberapa hari kedepan, biar gak banyak-banyak banget dosaku.
ODING
Fitrah….. fitrah, heran sampe kapan kamu kaya gini.
FITRAH
Sampe ada yang bisa bikin aku berubahlah
ODING
(geleng-geleng kepala dengan wajah heran)
2. ADEGAN DUA
DISEBUAH HALTE BUS. SEORANG GADIS
DENGAN CELANA TIGA PEREMPAT DAN KAOS OBLONG SERTA TAS RANSEL DIPUNGGUNGNYA.
BERDIRI MENDENGARKAN MUSIK MENGGUNAKAN
ERPHONE DENGAN SANTAINYA.
ODING
Fit .. fit … coba kamu lihat gadis yang sedang ada dihalte
itu, (menunjuk gadis tersebut)
FITRAH
Bukan dia yang aku lihat, sudah biasa gadis yang seperti
itu, lagi pula dia pasti orang yang pas-pasan bahkan mungkin sama saja seperti aku,
bulus. Tapi coba kau lihat itu, gadis yang duduk di bawah gadis yang kau
maksud, itu baru cocok.
ODING
Cocok apanya?
FITRAH
Ya cocok buat makan dan bayar uang kontrakan.
3. ADEGAN 3
FITRAH MULAI BERJALAN DENGAN
LANGKAH YANG CEPAT KEMUDIAN BERDIRI TEPAT DI BELAKANG GADIS YANG DIA MAKSUDKAN
TADI. KENUDIAN SEPERTI BIASA DIA MENYEROBOT TAS BESERTA HANDPHONE YANG TENGAH DIGENGGAM SANG PEMILIK DENGAN
MUDAHNYA, BERLARI. GADIS BER-ERPHONE MENGEJAR DENGAN CEPAT DAN LINCAH,
MENGIKUTI JEJAK FITRAH. SAMAPI DISATU GANG SEMPIT , GADIS TERSEBUT MELOMPAT DAN
MENENDANG BAGIAN TENGKUK FITRAH HINGGA FITRAH TERSUNGKUR. KEMUDIAN DUDUK
DISAMPING FITRAH.
FITRAH
Hebat, kalau akhirnya kau duduk juga disampingku, mengapa
atak bilang dari awal nona. Mengapa harus membuang-buang waktu dengan berlari
sekian kilometer?. Mengapa harus menendang bagian kepalaku yang membuatku
pening ini? Hah ??
NAYA
(menjabat tangan fitrah) aku Naya, hanya ingi tahu seberapa
kemampuanmu. Ternyata yaah .. lumayan, cukup membuatku lelah, makanya tadi
kutendang biar berhenti. Sekalian ingin tahu apa tujuanmu?
FITRAH
Hahahaha.. kau Tanya apa tujuanku ? kau kira apa kalau bukan
untuk meneruskan hidup dikota seperti ini hah?
NAYA
Konyol, kau masih muda, masih sehat wal’afiat. Surabaya tak
pernah kekurangan pekerjaan jika kau mau. Sekalipun kau tak memiliki ijazah,
tapi masih bisa jadi kuli bangunan, buka usaha kecil-kecilan, masih banyak
jalan. Tak harus melakukan yang seeperti tadi.
FITRAH
Oh mau sok baik, usaha kau bilang, kalau aku punya modal
tanpa harus kau tending seperti tadi aku sudah melakukannya, aku telah
mencobanya. Ternyata kau cukup munafik, menceramahiku tentang hal seperti ini,
kau bilang ini konyol, lantas apa yang kau lakukan ini apa? Aku tau selain
penasaran dan menguji kemampuanku kau mau uang dan barang yang ada ditas ini
juga kan? Sudahlah, tak usah kau banyak bicara (melempar tas hasil rampokan
pada Naya) ambil saja apapun yang kau mau dari situ, lalu kupersilahkan kau
pergi. Dan menyimpan rahasia sebaik mungkin.
NAYA
( mengembalikan tas, berdiri) antar aku pulang sekarang, tak
usah bertanya naik apa? Kita jalan kaki, aku sudah biasa melakukannya.
FITRAH
Tadi sok baik, sekarang sok misterius. Kalau kua tak mau bagianmu
yasudah, ini memang rejekiku. Tadi bilang mau diantar, ayo cepat jalan didepan
biar aku dibelakangmu.
NAYA
(Beberapa menit setelah berjalan, berhenti disalah satu
rumah megah) sampai, sekarang apa kau sudah tau, aku tak butuh apapun yang ada
ditas yang tak kunjung kau buang itu, yaaaaahh mungkin kau menunggu saat-saat
ketahuan dan dikeroyok masa.
FITRAH
Heemmb (tersenyum sinis) kau itu memang perempuan yang serba
sok-sokan, tadi sok baik, sok munafik, dan sekarang sok kaya. Aku tahu betul
bagaimana dan darimana asal gadis yang berpenampilan macam kau ini.
NAYA
(tak menghiraukan apa yang dikatakan fitrah, berjalan
memasuki rumah)
4. ADEGAN EMPAT
BERHARI-HARI
FITRAH MENGINTAI RUMAH NAYA MENUNGGU NAYA KELUAR DARI RUMAHNYA.
NAYA
( keluar dari rumah, menghampiri fitrah) ekhem, apa tak ada
pekerjaan lain selain menjadi seorang penguntit hah? Berhari-hari mengintai
rumah orang, kau fikir aku tidak tau ? apa yang kau lakukan ? apa memang sudah
hobymu melakukan hal yang aneh. Ini gunakan ini dengan baik. Semoga bermanfaat
untukmu, aku tahu hal ini tepat untukmu (langsung melangkah pergi kembali
kerumah)
FITRAH
(membuka bingkisan yang diberikan Naya) kamera ? dia
memberiku kamera? Tau dari mana dia aku suka dengan dunia potret? Tau dari mana
dia aku suka bermain dengan kamera dan memang menginginkan ini dari dulu? Gadis
itu ternyata bukan hanya sok misterius, tapi benar-benar misterius. Lagi pula,
gampang sekali dia percaya dengan orang sepertiku.
MENGGUNAKAN
DENGAN BAIK KAMERA ITU, MULAI MENERIMA JOB DAN PANGGILAN DARI PELANGGANNYA. NAMANYA MULAI DIKENAL SEBAGAI PHOTOGRAFI YANG
PATUT DIACUNGI JEMPOL.
ODING
( duduk disalah satu caffebersama Fitrah ) kalau sudah
begini, aku harap kau sudah bisa bersyukur kawan.
FITRAH
Ya, pasti. Berkat kamera ini, hidupku banyak berubah. Naya,
dimana kamu sekarang, masihkah kau tinggal ditempat yang lama. Sejak pertemuan
itu fikiranku memang tidah pernah lepas darinya. ( mulai berjalan menuju rumah
Naya) tunggu aku di kontrakan ding.
NAYA
( melihat fitrah menuju rumahnya dari ambang pintu)
akhirnya, datang juga kau kemari (mengulun senyum dan mempersilahkan Fitrah
duduk di balkon rumahnya)
FITRAH
Apakah kau mau menikah denganku ?
NAYA
( kaget) haaahh ..??? a..a..apa kau serius ? apa kau tak
sedang bercanda hah?
FITRAH
Nay, ini memang terasa mustahil, tapi ini yang aku rasakan. Berkat
kamu aku telah keluar dari jalan hidupku yang lalu. Kau yang mengangkatku dari
comberan yang bau. Kau pula yang membawaku menjadi Fitrah yang baru.
NAYA
Iya,
FITRAH
Syukurlah, bisa kita bicarakan semua dengan keluargamu.
5. ADEGAN LIMA
PERNIKAHAN
BERLANGSUNG, FITRAH BERTEMU DENGAN SEPUPU NAYA BERNAMA MARTHA YANG SENGAJA
PULANG DARI SINGAPURE UNTUK PERNIKAHAN KAKAK SEPUPUNYA.
NAYA
(setelah acara selesai, berkumpul diruang tamu) Fit, ini
Martha adik sepupuku ( menggenggam tangan Martha)
FITRAH
(terlihat gugup , menyunggingkan senyum) iya Martha aku
Fitrah.
MARTHA
Iya mas Fit, aku tahu ( mengedipkan mata, genit )
6. ADEGAN ENAM
TENGAH MALAM, NAYA TIDAK DIRUMAH. FITRAH TIDUR
SENDIRI DIKAMAR. KONDISI LAMPU DIMATIKAN.
MARTHA
( memasuki kamar Fitrah) hai mas.
FITRAH
(kaget) hei.. apa kau tidak bisa mengetuk pintu ? tidak
sopan sekali !
MARTHA
( berjalan perlahan kearah Fitrah) ooohh.. jadi sekarang
sudah tahu sopan santun ? lantas, kemana sopan santunmu dulu hah ?? ( mulai
marah) apa kau kira aku tak tahu siapa kau ( menunjuk muka Fitrah) laki-laki
jahanam (mengucapkan setengah berteriak) kau masih ingat wanita ini? (melempar
foto seorang wanita pada Fitrah) masih kan? Kau belum tua, pasti kau masih
ingat (terus berteriak) kau laknat, kau ambil keperawanan kakakku, lalu kau
buang dia jauh-jauh dari kami,dari keluarganya, keluarga yang sangat
menyayanginya. Kau setan Fitrah, kau iblis (menangis terduduk dibawah).
FITRAH
(kaget) apa? Kakakmu ?
MARTHA
Iya, kakakku kakak kandungku. Wanita yang kau siksa, yang
kau renggut keperawanannya dan kau bunuh dia kau buang dia. Dia adalah kakakku.
Mengapa, kaget , jadi kau benar-benar tidak tau ? busuk kau .
FITRAH
Tapi itu dulu Martha,
sebelum aku bertemu dengan Naya. Ampuni aku Martha, ampuni aku
(menggenggam tangan Martha).
MARTHA
Melepas paksa tangan Fitrah, menendang Fitrah) heh laki-laki
terkutuk, apa dengan ucapanmu tadi kau bisa menghidupkan kembali kakakku. Tak
kan ku biarkan kau hidup dengan tenang Fitrah. Ingat itu (pergi).
7. ADEGAN TUJUH
TAK JAUH DARI KAMAR NAYA BERDIRI.
NAYA
(duduk tersimpuh) aku mendengar semuanya ( bicara dengan
lemas) aku mendengar itu. Aku mendengarnya Martha (sambil teriak)
Aaaaaaaaa……….. aku mendengarnya.
FITRAH
(keluar dari kamar, menghambur keluar menghampiri Naya)
ampun Naya, ampuni aku Naya, ampuni aku…
NAYA
(menampar Fitrah) kau… kau orang yang telah membunuh oerang
yang paling aku sayangi, dengan caramu yang keji. Aku benar-benar tak percaya dengan
semua ini, apa kau seburuk itu hah …
(teriak) pergi …. Pergi dari hadapanku ( menunjuk kearah
pintu).
MARTHA
Apa kau bilang ( menunjuk Naya) aku tak kan membiarkannya
pergi begitu saja ( mengeluarkan pistol)
NAYA
Apa yang akan kau lakukan Martha, jangan, sadar Martha,
sadar ..
FITRAH
Ampuni aku Martha, ampuni aku (menangis)
MARTHA
Hhaaahh sudah tak ada ampun bagimu bangsat, (menembak
Fitrah)
NAYA
Jaannngaaaannnn Martha (lemas, sambil menangis)
FITRAH
(memegangi perutnya yang berlumur darah) maafkan aku Nay,
aku benar-benar mencintaimu, sung… ngguh … ( mati)
NAYA
(mengangis memeluk jasad Fitrah)
MARTHA
Mati .. hahahahahahahhahah dia mati .. semudah itu ?
(menghampiri jasad Fitrah) heh.. bangun kau, kau belum melawanku, bangun bodoh,
lawan aku….
Kau mati hah ?? matii … ( wajahnya mulai ketakutan) mati…
matii .. matii ……
(menangis)
SUASANA
SUNYI
Masa lalu memanglah hal yang tak dapat kita ulang dan
kembali untuk kita perbaiki. Masa lalu merupakan bagian dari hidup kita, dimana
kita sendiri yang berperan didalamnya. Segala apapun yang kita lakukan dimasa
lalu atau masa sekarang, merupakan tabungan atua infestasi yang akan kita rasakan hasilnya dimasa yang
akan datang. Hukum karma masih terus berlaku.
****TAMAT****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar