Sabtu, 07 Juni 2014

POHON KENANGAN

terlihat ia disudut ruangan. Matanya penuh dengan cerita - cerita, cahaya tak seterang ketika matahari tersenyum, kakinya setara dengan dada, tangannya terkatup erat, menyelimuti setiap lekuk wajahnya. Fikirannya kini tengah menggambar sebuah pohon yang menjulang, ia menyebutnya pohon kenangan. tinggi Pohonnya menggambarkan berapa panjang waktu yang dibutuhkan untuk menanam dan memupuknya. Batang bawah adalah kenangan yang telah lama yang tercipta ketika pohon itu baru ditanamkan, batang atas adalah yang paling tinggi dan masih segar, kenangan yang baru saja ia rasakan. setiap lembar daun-daunnya tertuliska setiap cerita dalam hidupnya. suka dan duka. pohon itu begitu tegak membanggakan dia yang menanamnya. hari ini, pohon itu masih terlihat kokoh. namun, ia harus tetap tegak tanpa daun-daun kenangan yang telah mengering dan runtuh.

Semarang, 31 Mei 2014

Awan Semi Fajar

lagi - lagi kutuliskan tentang semi fajar
memang indah dan bagiku sangat indah
selepas kurautkan air suci kejiwa
terpejamlah kedua mata ini
tersilah juga kedua kaki ini
selepas kuakhiri rangkaian doa terhampar padamu
menantimu di pagar besi yang dingin
aku masih menantikan kehadiranmu
kutadahkan segenap kepala ini untuk melawan keindahanmu
kini aku tak sendiri lagi
mengarungi jalan cinta dengan menatap ketenangan yang kau hempaskan
aku bahagia, kini kau berada disampingku, menemani dan berjalan dijalan itu
menadahkan kepala menghadap kelembutan tersiar dilangit
lewat jalan jalan indah kala semi fajar

sang semi fajar, Juni 2014

bayang dari awan

bayang bayang sinar terhalang
pantulkan sinar jiwa kebiruan
senja, berkawan dirinya
awan lembut dengan ketenangan

bayang, namun bukan bayang
tersentuh mata, terjamah angan
jalin cinta bertumpu pada sinar
awan lembut dengan ketenangan
sampaikan pesan pada mata
melalui senja dengan jingga kemerahan

surabaya,6 Juni 2014